Pengenalan Survival
Orang orang yang senang berpetualang, baik digunung, dihutan, atau ditempat lain, harus sadar akan resiko yang ada pada kegiatan tersebut. Pengetahuan dan pemahaman akan resiko yang mungkin didapat merupakan faktor esensial dalam persiapan dan pelaksanaan suatu kegiatan dialam terbuka. Resiko apapun yang mungkin muncul, berkaitan erat dengan bahaya - bahaya yang terkandu
ng dalam pelaksanaan kegiatan.
Perlu diingat, bagaimanapun sikapnya kita dalam menghadapi berbagai resiko, suatu waktu mungkin kita terpaksa menghadapi situasi kritis yang kita tidak inginkan. Situasi seperti ini merupakan hal yang tak terduga. Dalam perjalan mendaki gunung misalnya, kita dapat tersesat beberapa hari, sementara bekal makanan sudah semakin menipis. Atau dalam sebuah perlayaran, kapal kita tenggelam dan kita terapung - apung ditengah - tengah lautan. Kondisi - kondisi kritis/marjinal seperti ini dapat kita golongkan sebagai kondisi survival.
Survival berasal dari kata survive, yang secara sederhana dapat diartikan sebagai upaya untuk mempertahankan hidup.
Yang dapat dipertanyakan disini : Apa yang menyebabkan kondisi kritis itu muncul ?
atau dengan kata lain "aspek" apa yang akan kita hadapi dalam kondisi survival?
Dalam kenyataannya hal - hal yang kita hadapi bergantung pada spesifikasi kondisi tersebut, misalnya tersesat digurun pasir atau kutub akan memunculkan aspek - aspek yang berbeda.
Secara umum aspek - aspek itu dapat dipisahkan pada 3 golongan :
KEBUTUHAN YANG HARUS DIPENUHI
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
ng dalam pelaksanaan kegiatan.
Perlu diingat, bagaimanapun sikapnya kita dalam menghadapi berbagai resiko, suatu waktu mungkin kita terpaksa menghadapi situasi kritis yang kita tidak inginkan. Situasi seperti ini merupakan hal yang tak terduga. Dalam perjalan mendaki gunung misalnya, kita dapat tersesat beberapa hari, sementara bekal makanan sudah semakin menipis. Atau dalam sebuah perlayaran, kapal kita tenggelam dan kita terapung - apung ditengah - tengah lautan. Kondisi - kondisi kritis/marjinal seperti ini dapat kita golongkan sebagai kondisi survival.
Survival berasal dari kata survive, yang secara sederhana dapat diartikan sebagai upaya untuk mempertahankan hidup.
Yang dapat dipertanyakan disini : Apa yang menyebabkan kondisi kritis itu muncul ?
atau dengan kata lain "aspek" apa yang akan kita hadapi dalam kondisi survival?
Dalam kenyataannya hal - hal yang kita hadapi bergantung pada spesifikasi kondisi tersebut, misalnya tersesat digurun pasir atau kutub akan memunculkan aspek - aspek yang berbeda.
Secara umum aspek - aspek itu dapat dipisahkan pada 3 golongan :
1. Psikologis : panik,
takut, cemas, kesepian/sendiri, bingung, tertekan, kebosanan, dan lain-lain.
2. Fisiologis : sakit,
lapar, haus, luka, lelah, dan lainnya.
3. Lingkungan : panas,
dingin, kering, hujan, angin, vegetasi, fauna, dan lainnya.
Ketiga aspek tersebut
saling berkaitan dan saling mempengaruhi. Aspek-aspek lingkungan dan fisiogis
dapat mempengaruhi aspek psikologis. Aspek psikologis dan fisiologis akan
muncul dari dalam diri kita, sedangkan aspek lingkungan merupakan efek
interaksi kita dengan lingkungan sekitar kita.
Dari beberapa kasus
survival, ada beberapa kesamaan yang dapat mempengaruhi keberhasilan dalam
mengatasi kondisi survival. Ada tiga hal yang dapat digunakan untuk mengatasi
survival, yaitu:
1. Semangat untuk
mempertahankan diri
2. Kesiapan diri
3. Alat pendukung
TINDAKAN DALAM
MENGHADAPI KONDISI SURVIVAL
Usaha apa saja yang perlu kita lakukan agar keluar dari kondisi survival, dalam arti menguasai keadaan, dapat ditemukan dari kata kunci survival itu sendiri. Setiap huruf dari kata “survival” merupakan singkatan dari langkah-langkah yang harus kita ingat bila kita dihadapkan pada kondisi survival :
Usaha apa saja yang perlu kita lakukan agar keluar dari kondisi survival, dalam arti menguasai keadaan, dapat ditemukan dari kata kunci survival itu sendiri. Setiap huruf dari kata “survival” merupakan singkatan dari langkah-langkah yang harus kita ingat bila kita dihadapkan pada kondisi survival :
S : Size up the
situation
Sadarilah kondisi
survival ini. Bagaimana kesehatan teman-teman maupun diri sendiri. Adakah yang
cidera ? Berapa banyak perserdiaan bahan makanan yang tersisa ? Dalam lingkungan
seperti apa kita berada ?
U : Undue Haste Makes
Waste
Tindakan yang
terburu-buru cenderung menghasilkan kesia-siaan. Berpikir dan bertindaklah
dengan bijaksana. Setiap langkah harus dipikirkan dengan mendalam.
R : Remember where you
are
Pengenalan akan
lingkungan atau daerah sekitar memberikan rasa kenal yang berpengaruh pada rasa
aman. Apapun yang kita putuskan untuk diam ataupun mencari bantuan. Pengenalan
medan merupakan hal yang esensial.
V : Vanquish fear and
panic
Kuasailah rasa takut dan
panik. Merasa takut adalah normal dan perlu. Takut merupakan reaksi tubuh yang
normal dan berfungsi menyiapkan tubuh dalam menghadapi kondisi. Perlu, dengan
ini diberikan tambahan energi pada tubuh bilamana diperlukan. Namun rasa takut
harus dikuasai dan dikontrol. Bila tidak dikuasai dan dikontrol maka akan
menjadi rasa panik. Panik akan membuat orang bertindak terburu-buru dan
membuang energi. Panik juga dapat diakibatkan oleh rasa sepi, yang selanjutnya
mengakibatkan putus asa.
I : Improvice
-Salah satu cara
mengatasi rasa takut adalah dengan mengisi waktu yang ada dengan
kegiatan-kegiatan yang ditujukan pada usaha mengatasi kondisi survival.
-Menerima kondisi yang
ada dan berdasarkan hal itu, merencanakan, mengusahakan kebutuhan-kebutuhan
dasar dengan berinprovisasi.
-Ubahlah cara pandang
terhadap yang ada. Inilah yang terpenting dalam berimprovisasi. Sebuah balok
tidaklah hanya sebuah balok, tetapi dapat menjadi bahan dasar bivak, api,
pakaian, dan sebagainya.
V : Value living (Hargai
hidup !)
- Merupakan hal yang
terpenting dalam kondisi survival. Bagaimana sikap kita terhadap hidup akan
mempengaruhi kemampuan untuk bertahan hidup.
- Orang dapat bertahan
atau berimprovisasi, dan dengan itu keluar dari kondisi survival karena mereka menghargai
hidup atau tidak berputus asa.
A : Act like the
natives
Belajarlah dari penduduk
setempat. Mereka lebih mengetahui dan menguasai medan. Jika bertemu dengan
penduduk asli, bersikaplah ramah.
L : Learn basic
skills
Belajar dan berlatihlah
teknik-teknik dasar. Jaminan yang terbaik adalah menguasai dan memahami
teknik-teknik dan prosedur survival, sehingga merasuk dan dapat dikerjakan
secara otomatis. Berlatihlah dan tambah atau tingkatkan pengetahuan tentang
survival.
Dari kata-kata kunci
diatas dapat disimpulkan bahwa survival lebih merupakan sikap mental daripada
penguasaan pengetahuan. Meskipun demikian, hal ini tidak berarti bahwa
pengetahuan harus diabaikan.
KEBUTUHAN YANG HARUS DIPENUHI
Untuk menambah tenaga
dan mempertahankan kondisi tubuh, serta usaha untuk terlepas dari kondisi
survival, ada lima kebutuhan yang harus diusahakan :
- Perlindungan terhadap faktor pengancam
- Makanan
- Api
- Air
- Perlengkapan pendukung dan usaha berkomuniksi dengan
pihak luar
Kelima faktor ini
merupakan kebutuhan yang sifatnya simultan, serta bobot dari masing-masing
kebutuhan ini tergantung dari situasi dan kondisi kita pada saat survival.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Satu hal yang ikut
menentukan lamanya kita mengalami survival adalah tindakan yang akan kita
lakukan Apakah kita akan menetap (survival statis) atau bergerak mencari jalan
keluar (survival dinamis), yang masing-masing memiliki keuntungan sendiri. Jika
kita ingin keluar, tentunya kita membutuhkan alat bantu peta atau kompas, atau
setidak-tidaknya pemahaman tentang daerah tersebut dan kemampuan kita
bernavigasi dengan tanda-tanda alam. Keberhasilan dalam pengambilan keputusan
dalam survival tergantung pada pengalaman dan latar belakang orang yang
mengalami survival.
Label: Pecinta Alam


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda